Pantau Kebersihan Sungai, Pemkot Solo Pasang CCTV

Langkah ini dipandang mampu memaksimalkan pengawasan dan pengelolaan kebersihan sungai di tiap wilayah.



Solo, Gesuri.id - Pemerintah Kota Solo akan meningkatkan pengawasan terhadap sungai di berbagai wilayah dengan memasang kamera close circuit television (CCTV) dan jaring sampah di tiap jembatan. Nantinya, CCTV bakal dipasang di sejumlah koridor sungai dan jembatan untuk memantau warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Soal ini nanti ditangani satpol PP. Mungkin tidak langsung keras, tapi peringatan dulu. Nanti baru naik ke penegakan lainnya sesuai perda,” kata Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Minggu (6/10).
Wali Kota yang akrab disapa Rudy ini mengungkapkan, jaring sampah di tiap jembatan berguna untuk menghalau sampah agar mudah dibersihkan. Dengan cara seperti itu, pembersihan sampah bisa dilakukan lebih tepat sasaran.

“Kalau sudah seperti itu nanti bisa diketahui per segmennya. Nanti biar DLH (dinas lingkungan hidup) dan kelurahan masing-masing yang bertanggung jawab,” kata Rudy.
Teknis seperti itu dipandang mampu memaksimalkan pengawasan dan pengelolaan kebersihan sungai di tiap wilayah. Dengan cara itu, warga dapat lebih sadar dan diharapkan mampu lebih peduli akan kebersihan lingkungannya.
    Share:

    Ganjar Pranowo di Masa Muda Mirip Artis Mus Mujiono

    Itu baru terungkap manakala foto masa muda Ganjar tersebar di media sosial.  

    Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di masa muda rupanya mirip dengan salah satu penyanyi kondang di Tanah Air, yaitu Mus Mujiono.
    Hal itu baru terungkap manakala foto masa muda Ganjar tersebar di media sosial.  
    Penemuan foto lawas ini tak sengaja ditemukan oleh pakar media sosial Wicaksono atau dikenal dengan nama Ndoro Kakung. 
    Mantan wartawan itu selanjutnya mengunggah foto muda Ganjar di akun Twitternya, Minggu (6/10).

      Share:

      Ganjar ke KPAI: Anak-Anak Ikut Demonstrasi Kok Diam Saja?

      Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pencegahan terhadap pelajar yang ikut demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia. 
      Dia memastikan Pemprov Jateng telah turun tangan melakukan pencegahan.
      "Dinas kami sudah turun, KPAI juga harus turun. Jangan hanya ngurusi soal badminton saja, kita harus bekerjasama," kata Ganjar di Solo, Jumat (27/9).
      Ganjar menilai yang lebih penting bukan soal menindak para pelajar peserta demonstrasi rusuh, tapi mencegah. Tujuannya agar para pelajar tidak terjebak dan terkena bahaya. 
      Ganjar menyebut ajakan untuk berdemonstrasi khususnya kepada pelajar terjadi sejumlah daerah, di antaranya Solo, Pemalang dan Magelang. Beruntung, aksi tersebut bisa diredam sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
      "Kalau di wilayah Jateng sedikit, semua baik-baik saja. Mereka harus diajari untuk mengerti, diedukasi," ujarnya.
      Ganjar menilai para pelajar masih rentan dengan ajakan yang bersifat provokasi. Untuk itu, pihaknya mengajak para guru agar memberikan pengertian kepada para siswa terkait hal ini. 
      "Ternyata anak-anak ini tidak mengerti tujuannya datang berunjuk rasa. Ditanya demo apa mereka juga tidak tahu," pungkasnya. 
      Seperti diketahui, di Kota Solo pernah terjadi puluhan para pelajar mengikuti aksi di depan gedung DPRD Kota. Mereka bergabung dengan massa mahasiswa yang terlebih dahulu datang. 
      Meski sempat berorasi, mereka akhirnya dibubarkan oleh aparat kepolisian Polresta Surakarta.
      Sejumlah pelajar mengaku ikut berdemonstrasi hanya berdasarkan ajakan di media sosial.
      Share:

      Ono Surono: Puan Maharani Kembali Ukir Sejarah Baru

      Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono mengatakan penetapan Puan Maharani sebagai pemimpin DPR RI masa bakti 2019-2024 merupakan sebuah sejarah yang kembali terukir.
      Setelah sebelumnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden perempuan pertama dan kini Puan tercatat sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi DPR RI.
      "Mba Puan Maharani tercatat sebagai perempuan pertama yang menduduki Ketua DPR RI selama Indonesia berdiri, masih menurutnya," katanya, melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta Rabu (3/10).
      Ono menyatakan, Puan layak menjadi Ketua DPR RI mengingat dia telah menapaki jalan panjang sebagai kader PDI Perjuangan.
      "Perjuangannya panjang sebagai kader, (Ketua DPP Partai), Anggota DPR RI (Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI), Menteri Kabinet Kerja (Menko Perempuan dan Termuda Pertama) sampai menjadi komandan tempur," paparnya.
      Ono yang juga Anggota DPR RI ini pun meyakini bahwa, kapasitas dan dedikasi cucu Bapak pendiri Bangsa Ir. Soekarno itu tidak diragukan lagi untuk mampu memperkuat peran DPR dalam membangun Bangsa dan Negara.
      Bahkan Ono berkeyakinan, pendekatan keibuan Puan akan berdampak positif kepada kinerja dewan.

      "Kami meyakini bahwa tangan seorang perempuan yang lembut akan bisa mengurai segala permasalahan di DPR RI, termasuk untuk merubah stigma rakyat bahwa DPR RI malas, tidak aspiratif dan korup," ujar Ono.
      Menurutnya, Esensi Pancasila yaitu Gotong Royong adalah modal besar bagi Mba Puan Maharani untuk mencetak sejarah DPR RI sebagai Rumah Rakyat dan sesuai yang diharapkan oleh Rakyat Indonesia.
      Dengan sejarah baru tersebut, termasuk di Jawa Barat selama 2 periode DPRD Propinsi Jawa Barat, PDI Perjuangan selalu menugaskan Kader perempuan terbaiknya.
      "Yaitu Ineu Purwadewi sebagai Ketua (2014) dan Wakil Ketua DPRD (2019), maka saatnya kaum perempuan Indonesia bangkit," pungkasnya
      Ono berharap, perempuan Indonesia bisa menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan negara dan PDI Perjuangan Jawa Barat akan lebih fokus pada kegiatan-kegiatan yang melibatkan kaum perempuan dalam rangka membangun keluarga, masyarakat, bangsa dan negara yang baik dan maju demi terwujudnya Indonesia Raya
      Share:

      Siapa Dibalik Demo Mahasiswa? Iis: Tangkap Pentolannya

      Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan Iis Sugianto mengatakan serangkaian demo mahasiswa yang terjadi beberapa hari ini baik di Jakarta hingga di beberapa wilayah di seluruh Indonesia sangat mengkhawatirkan dan memprihatinkan. 

      Untuk itu, Iis mengatakan otak atau pentolan dari aksi mahasiswa yang berakhir rusuh dan anarki hingga Selasa (24/9) malam harus segera ditangkap.

      Sebab, lanjutnya, jika hal itu tidak segera dilakukan maka aksi demo tersebut sangat berpotensi untuk ditunggangi kepentingan politik dari pihak-pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Presiden Terpilih Joko Widodo. 

      "Bisa dipolitisasi. Mereka harus dididik fokus selesaikan masalah. Soal KPK memang harus diluruskan tapi jangan sekali-kali tujuannya lebih dari itu, bahkan jangan sampai hingga mengganggu kelancaran proses hingga pelantikan Presiden Jokowi nanti," Iis menandaskan. 

      Seperti diketahui, mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat turun ke jalan mengritisi langkah DPR RI dan pemerintah terhadap sejumlah RUU yang dinilai bermasalah, seperti RUU KUHP, RUU Pertanahan, dan RUU KPK yang telah disahkan beberapa waktu lalu.
       
      Pada Selasa (24/9), DPR RI Senayan mendadak membludak dengan demo mahasiswa dari berbagai kampus baik di Jakarta, maupun yang datang dari luar ibukota.


      "Aku khawatir sama demo mahasiswa aja tuh, dampaknya akan kemana-mana nanti, kok bisa begitu naifnya?," ujarnya spontan kepada Gesuri, Selasa.

      Iis yang juga penyanyi senior itu menegaskan pemerintah dan pihak terkait lainnya harus segera memanggil perwakilan dari mahasiswa. Setelah itu, ujarnya, mahasiswa harus diajak diskusi dan diberikan penjelasan agar mereka lebih paham apa sesungguhnya yang mereka demonstrasikan. 
      BACA SELENGKAPNYA
      Share:

      Demonstrasi Marak, Jangan Ada Yang Menentang Pancasila!

      Demonstrasi tidak boleh mengarah ke makar terhadap pemerintahan yang sah. 


      Yogyakarta, Gesuri.id - Ketua DPD Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bambang Praswanto mengharapkan demonstrasi yang terjadi di DIY dan daerah-daerah lain di Indonesia tidak boleh menentang Pancasila. 
      Kader PDI Perjuangan DIY ini juga menegaskan demonstrasi tidak boleh mengarah ke makar terhadap pemerintahan yang sah. 
      Menurutnya, demonstrasi diperbolehkan dalam negara demokrasi, asalkan tujuan dan sasaran jelas.
      "Demonstrasi juga harus menaati peraturan yang berlaku dan tidak mengganggu ketertiban umum," kata Bambang kepada Gesuri, baru-baru ini. 
      Bambang juga mengatakan, tuntutan demonstrasi harus bersifat positif dan konstruktif berupa solusi. Dan yang terpenting, tidak ada penunggang gelap dan disusupi provokator dari luar kalangan demonstrasi. 
        Share:
        loading...
        loading...

        Popular Posts

         
        close