Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts
Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts

Seskab: Semua Orang Punya Kesempatan Jadi Pahlawan

Seskab mengajak siapapun berlomba-lomba untuk hal yang baik dan menjadi pahlawan.

Jakarta, Gesuri.id - Masa kini siapapun bisa menjadi pahlawan selama dia bisa memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan bangsa.
Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung saat diwawancarai mengenai Peringatan Hari Pahlawan, 10 November, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta.
Menurutnya, pahlawan bisa dalam bentuk apa saja, pahlawan olahraga, pahlawan kemanusiaan, pahlawan seni, pahlawan budaya, atau bahkan orang yang tidak korupsi ketika dia mendapatkan kedudukan, jabatan yang strategis dia juga bisa menjadi pahlawan kalau dia tidak korupsi.
“Jadi pahlawan dalam konteks kekinian bisa apa saja. Semuanya bisa mempunyai kesempatan walaupun pengakuannya mungkin berbeda dengan pahlawan-pahlawan dulu ketika berjuang bagi bangsa dan negara,” kata Seskab.  
Untuk itu, Seskab mengajak siapapun berlomba-lomba untuk hal yang baik, menjadi pahlawan yang mungkin tidak dianggap sebagai pahlawan yang perlu mendapatkan pengakuan negara, tetapi kita bekerja untuk kemajuan bangsa.
Keadaan tersebut tentu berbeda dengan pahlawan pada masa lalu. Menurut Seskab, pahlawan masa lalu tugas utamanya adalah memerdekakan bangsa, melakukan gerakan untuk pendidikan, kebudayaan dan sebagainya. Mereka sangat gigih untuk itu, mereka rela berkorban untuk itu.




 

SD
Share:

Puan Minta Brimob Makin Galak Hadapi Terorisme

Puan meminta Brimob bertindak tegas namun terukur  ketika menanggulangi aksi terorisme. 


Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Brimob bertindak tegas namun terukur  ketika menanggulangi aksi terorisme. 
"Jangan pernah berkompromi dengan aksi-aksi teror yang mengancam nyawa manusia dan membahayakan warga. Harus galak terhadap terorisme," kata Puan usai menghadiri upacara HUT 74 Korps Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis pagi (14/11).
Puan bersyukur negara ini mempunyai pasukan Brimob yang juga setia menjaga NKRI. Menurutnya kelahiran Brimob tidak bisa dilepaskan dari perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
"Embrio Brimob menjadi pasukan  pioner dalam awal perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," pungkasnya.
Menurut Puan,sejarah juga mencatat peranan  Resimen ini dalam  operasi penumpasan dan pembersihan berbagai pemberontakan, dari DI/TII Kartosuwiryo, DI/TII Daud Beureuh, PRRI, sampai operasi penumpasan DI/TII Kahar Muzakar. Brimob juga terlibat saat pembebasan Irian Barat.
"Karena itu, bagi saya, komitmen Brimob untuk mempertahankan NKRI dan Pancasila tidak perlu kita kita ragukan lagi," tandasnya.
    Share:

    Wishnutama Dijebak Isu Wisata Halal, Ini Kata Andreas

    Kemenparekraf akan disibukkan dengan pro kontra terkait isu wisata halal.

     Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa Komisi X DPR RI sudah mewanti-wanti kepada Menteri Pariswisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio untuk hati-hati dan tidak terjebak dalam isu wisata halal.
    "Isu wisata halal yang sempat muncul kurang dari setahun yang lalu, yang bukan tidak mungkin akan muncul kembali. Apabila isu ini kembali muncul dan tidak direspon secara tepat, bukan tidak mungkin akan mengganggu kinerja Kemenparekraf lima tahun ke depan," Kata Andreas, Rabu (13/11).
    Andreas mengatakan, Kemenparekraf akan disibukkan dengan pro kontra terkait isu wisata halal, mengingat bangsa ini masih sangat rentan terhadap isu-isu identitas dan politisasi identitas dalam berbagai aspek.
    "Belum lewat seminggu setelah pertemuan dengan Menparekraf, benar saja, ternyata Menparekraf sudah dijebak isu Wisata Halal. Untung saja, Wishnutama secara cepat dan tanggap membantah, bahwa beliau tidak pernah bicara soal wisata halal," ungkapnya.


      Share:

      Peran Megawati Dalam Lahirnya UU Penghapusan KDRT

      Megawati menegaskan, perjuangannya dalam melahirkan UU Penghapusan KDRT dipicu oleh masih tingginya budaya malu di bangsa ini. 
      Bogor, Gesuri.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan alasannya membidani lahirnya Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

        Megawati menegaskan, perjuangannya dalam melahirkan UU Penghapusan KDRT dipicu oleh masih tingginya budaya malu di bangsa ini. 
        Hal itu dijelaskan Megawati dalam Sekolah Sekretraris Partai di Atalia Hotel, Ciawi, Bogor, Selasa (15/10). 
        “Masih banyak istri yang malu mengungkapkan kalau dia diperlakukan buruk oleh suaminya. Saya katakan, ‘tak perlu kamu malu. Kalau perlu kamu minta cerai kalau disiksa suamimu,’” ungkap Megawati. 
        Megawati pun menekankan, suami tak bisa memperlakukan istri seenaknya. Meskipun istri lahir dari tulang rusuk suami sebagaimana kehidupan Nabi Adam dan Hawa, namun tetap saja suami harus memperlakukan istri nya dengan baik dan terhormat. 






      as
      Share:

      Pemindahan Ibu Kota Upaya Hapuskan Istilah Jawa Sentris

      Pemindahan Ibu Kota Negara menjadi salah satu bentuk upaya pemerataan ekonomi serta menghapuskan istilah Jawa sentris.
      Jakarta, Gesuri.id - Pelaksana tugas Menteri Hukum dan HAM yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pemindahan Ibu Kota Negara menjadi salah satu bentuk upaya pemerataan ekonomi serta menghapuskan istilah Jawa sentris.
      “Bapak Jokowi ingin menghapuskan istilah Jawa sentris dengan cara menggenjot kontribusi ekonomi dan percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia di seluruh wilayah negara kita,” kata Tjahjo saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Notaris tentang Pemindahan ibu kota di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (14/10).
      Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Tahun 2015 menunjukkan 56,56 persen masyarakat Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa.
      Sementara di pulau lainnya, persentasenya kurang dari 10 persen, kecuali Pulau Sumatera. Dari data tersebut terlihat beban Pulau Jawa kian berat.
      “Jika dilihat kontribusi ekonomi dalam hal ini kontribusi ekonomi di pulau-pulau terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia atau domestik bruto sangat mendominasi Jawa, sementara pulau lainnya jauh tertinggal,” kata dia.

        Share:

        Sah! Prasetio Edi Pimpin DPRD DKI Jakarta

        Pelantikan berlangsung di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat. 


        Jakarta, Gesuri.id - Prasetio Edi Marsudi dilantik menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024, Senin (14/10). 
        Pelantikan berlangsung di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat. 
        Dalam sambutannya, Prasetio mengatakan dengan pelantikan ini, maka penyelenggaraan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta telah menemui kelengkapan. 
        “Pimpinan DPRD DKI Jakarta dengan Pemerintah Provinsi harus bersinergi untuk mewujudkan kemajuan Jakarta,” kata Prasetio dalam sambutannya. 
        Prasetyo juga berharap, sinergi antara Pimpinan DPRD DKI yang baru dengan Pemprov DKI bisa segera menyelesaikan berbagai “pekerjaan rumah” yang belum tuntas di DKI Jakarta. 
          Share:

          Dorong Investasi, Ganjar Pranowo Minta Pemda Selesaikan Perda RTRW

          Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada pemerintah daerah secepatnya menyelesaikan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ntuk mendorong dan menarik para investor mengembangkan investasinya. Pasalnya, dengan belum diselesaikannya Perda RTRW yang selama ini menjadikan investor menunda investasinya di Jateng.

          Foto : Gesuri.id

          Apalagi, menjelang digelarnya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Central Java Business Expo (CJBF) 2019 ke-15 pada 5 November 2019 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, dan dihadiri para calon investor dari dalam dan luar negeri, tentu kata Ganjar, pemerintah daerah harus lebih cepat lagi untuk menyelesaikannya.


          "Perda saja tidak cukup, karena effort politiknya harus bicara eksekutif dan legislatif yang pada akhirnya ke BPN. Belum lagi soal pajak, perizinan, nilai komoditi, tenaga kerja. Nah soal ketersediaan lahan yang menjadi faktor utama. Kalau memang ada kendala, Pemprov siap membantu, bilang saja ke kami. Kabupaten Batang kemarin kita bantu sampai pusat, cepet kok,” kata Ganjar usai menerima Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ratna Kawuri di Rumah Dinas Gubernur (Puri Gedeh), Senin (7/10).


          Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan kepada para pimpinan daerah untuk melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat berdialog yang akan terdampak dengan memberikan penjelasan arah pembangunan daerah, hingga fungsinya. Sehingga, daya dukung lingkungan dan keseimbangan akan terjaga dan terwujud.


          "Investor dalam negeri tetap kita nomorsatukan dulu baru kemudian yang dari luar negeri. Ceritakan kondisi Jateng hari ini kepada calon investor. Bagaimana konteks ekonomi makronya, tren pertumbuhan, sektor yang diminati, potensi yang dimiliki apa, analisis nasionalnya. Samoaikan juga bahwa kita mau dorong apparel zone. Promo CJIBF dan CJBF maksimalkan, agar yang ikut serta banyak. Selama ini yang langsung ketemu saya, hanya ngguya-ngguyu, tapi hasilnya nol,” paparnya.


          Terkait persiapan CJIBF dan CJBF 2019, Ratna Kawuri menjelaskan kepada Ganjar, jika selama ini investasi terbesar di Jateng meliputi sektor padat modal, gas, litrik, air disusul makanan. Hasil evaluasi 2018, minat investasi di Jateng cukup besar. Akan tetapi masih terbentur dengan RTRW di kabupaten/ kota.
          Share:

          Pantau Kebersihan Sungai, Pemkot Solo Pasang CCTV

          Langkah ini dipandang mampu memaksimalkan pengawasan dan pengelolaan kebersihan sungai di tiap wilayah.



          Solo, Gesuri.id - Pemerintah Kota Solo akan meningkatkan pengawasan terhadap sungai di berbagai wilayah dengan memasang kamera close circuit television (CCTV) dan jaring sampah di tiap jembatan. Nantinya, CCTV bakal dipasang di sejumlah koridor sungai dan jembatan untuk memantau warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai.
          “Soal ini nanti ditangani satpol PP. Mungkin tidak langsung keras, tapi peringatan dulu. Nanti baru naik ke penegakan lainnya sesuai perda,” kata Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Minggu (6/10).
          Wali Kota yang akrab disapa Rudy ini mengungkapkan, jaring sampah di tiap jembatan berguna untuk menghalau sampah agar mudah dibersihkan. Dengan cara seperti itu, pembersihan sampah bisa dilakukan lebih tepat sasaran.

          “Kalau sudah seperti itu nanti bisa diketahui per segmennya. Nanti biar DLH (dinas lingkungan hidup) dan kelurahan masing-masing yang bertanggung jawab,” kata Rudy.
          Teknis seperti itu dipandang mampu memaksimalkan pengawasan dan pengelolaan kebersihan sungai di tiap wilayah. Dengan cara itu, warga dapat lebih sadar dan diharapkan mampu lebih peduli akan kebersihan lingkungannya.
            Share:

            Demonstrasi Marak, Jangan Ada Yang Menentang Pancasila!

            Demonstrasi tidak boleh mengarah ke makar terhadap pemerintahan yang sah. 


            Yogyakarta, Gesuri.id - Ketua DPD Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bambang Praswanto mengharapkan demonstrasi yang terjadi di DIY dan daerah-daerah lain di Indonesia tidak boleh menentang Pancasila. 
            Kader PDI Perjuangan DIY ini juga menegaskan demonstrasi tidak boleh mengarah ke makar terhadap pemerintahan yang sah. 
            Menurutnya, demonstrasi diperbolehkan dalam negara demokrasi, asalkan tujuan dan sasaran jelas.
            "Demonstrasi juga harus menaati peraturan yang berlaku dan tidak mengganggu ketertiban umum," kata Bambang kepada Gesuri, baru-baru ini. 
            Bambang juga mengatakan, tuntutan demonstrasi harus bersifat positif dan konstruktif berupa solusi. Dan yang terpenting, tidak ada penunggang gelap dan disusupi provokator dari luar kalangan demonstrasi. 
              Share:

              Tuduh Jokowi Neo-Orba, Pertanda Kematian Logika

              Para penghina itu telah mengalami kematian logika. 


              Jakarta, Gesuri.id - Tokoh muda PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi mengecam pihak-pihak yang menuduh Presiden Jokowi sebagai Neo Orde Baru (orba). Dia juga mengutuk kebiasaan para penuduh itu dalam menghina Presiden sebebas-bebasnya.
              Menurut pria yang akrab disapa Gus Mis itu, para penghina itu telah mengalami kematian logika. 
              "Ada yang menuduh neo-orba sembari ia menghina Presiden dan menuduh macam-macam dengan sebebas-bebasnya. Matinya logika," ujar Gus Mis dalam akun Facebooknya, Sabtu (21/9). 
              Seperti diketahui, akhir-akhir ini Presiden Jokowi dituduh sebagai neo-orba. Bebeapa kebijakan yang sejatinya dirumuskan bersama DPR, seperti revisi UU KPK dan RKUHP dianggap sebagai pertanda bahwa Jokowi adalah neo-orba.
              Salah satu penuduh adalah Koran Tempo yang baru-baru ini memasang ilustrasi Presiden Jokowi pada halaman sampulnya. Dalam ilustrasi itu, redaksi menampilkan meme Jokowi dengan disertai tulisan slogan 'Enak Zamanku, toh?'

              Share:

              Penanganan Karhutla, Presiden Jokowi Tekankan Pencegahan

              Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya menjaga komitmen dari seluruh pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak mengeluarkan biaya lebih banyak lagi.
              "Pencegahan itu lebih efektif. Pencegahan itu tidak membutuhkan biaya banyak. Lebih efektif. Tapi kalau sudah kejadian seperti yang kita lihat sekarang ini, sudah kerja yang luar biasa (sulitnya)," kata Jokowi saat meninjau lokasi karhutla di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Kota Pekanbaru, Selasa (17/9).

              Saat meninjau, Kepala Negara, sempat bertanya sejumlah hal kepada beberapa aparat yang bertugas memadamkan kebakaran di lokasi. Menurut mereka, api yang telah membesar membuat penanganan membutuhkan waktu yang cukup lama.
              "Saya tanya tadi TNI dan Polri yang ada di sini sudah berapa hari (bertugas). Sudah lebih dari satu bulan. Lebih dari satu bulan," kata Jokowi, seperti yang dirilis Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini
              Apalagi, Presiden melanjutkan, lahan yang masih terus diupayakan pemadamannya tersebut merupakan lahan gambut yang memang relatif lebih sulit untuk ditangani.
              "Apalagi di daerah gambut seperti sekarang ini. Lebih sulit lagi. Kelihatan sudah padam, (tapi) api di bawahnya masih menganga," ucapnya.
              Pemerintah sendiri, melalui Polri, akan melakukan upaya penindakan hukum bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran yang menyebabkan terjadinya kebakaran lahan.
              "Kalau kita lihat luasannya (lahan) besar sekali. Ini terorganisasi. Nanti coba ditanyakan Pak Kapolri penanganannya secara detail," tutur Kepala Negara.
              Ke depannya, Jokowi berharap agar masing-masing pihak menjalankan komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar peristiwa yang terjadi saat ini tak terulang kembali.
              "Perlu kita ingatkan agar pencegahan oleh desa, camat, bupati, bhabinsa, bhabinkamtibmas, polsek, koramil adalah yang pertama harus dikerjakan. Kalau sudah kejadian akan sulit," tandasnya.
              Turut menyertai Presiden dalam peninjauan ini di antaranya ialah Menkopolhukam Wiranto, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menpupera Basuki Hadimuljono, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, dan Kepala BNPB Doni Monardo.
              Share:

              Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Upaya Pencegahan Karhutla

              Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Upaya Pencegahan Karhutla

              Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya menjaga komitmen dari seluruh pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu ditegaskan Presiden saat meninjau lokasi karhutla di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Kota Pekanbaru, Selasa, 17 September 2019.



              "Pencegahan itu lebih efektif. Pencegahan itu tidak membutuhkan biaya banyak. Lebih efektif. Tapi kalau sudah kejadian seperti yang kita lihat sekarang ini, sudah kerja yang luar biasa (sulitnya)," ujarnya.

              Saat meninjau, Kepala Negara sempat bertanya sejumlah hal kepada beberapa aparat yang bertugas memadamkan kebakaran di lokasi. Menurut mereka, api yang telah membesar membuat penanganan membutuhkan waktu yang cukup lama.

              "Saya tanya tadi TNI dan Polri yang ada di sini sudah berapa hari (bertugas). Sudah lebih dari satu bulan. Lebih dari satu bulan," ungkapnya.

              Apalagi, Presiden melanjutkan, lahan yang masih terus diupayakan pemadamannya tersebut merupakan lahan gambut yang memang relatif lebih sulit untuk ditangani.

              "Apalagi di daerah gambut seperti sekarang ini. Lebih sulit lagi. Kelihatan sudah padam, (tapi) api di bawahnya masih menganga," ucapnya.

              Pemerintah sendiri, melalui Polri, akan melakukan upaya penindakan hukum bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran yang menyebabkan terjadinya kebakaran lahan.

              "Kalau kita lihat luasannya (lahan) besar sekali. Ini terorganisasi. Nanti coba ditanyakan Pak Kapolri penanganannya secara detail," tutur Kepala Negara.

              Ke depannya, Kepala Negara berharap agar masing-masing pihak menjalankan komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar peristiwa yang terjadi saat ini tak terulang kembali.

              "Perlu kita ingatkan agar pencegahan oleh desa, camat, bupati, bhabinsa, bhabinkamtibmas, polsek, koramil adalah yang pertama harus dikerjakan. Kalau sudah kejadian akan sulit," tandasnya.

              Turut menyertai Presiden dalam peninjauan ini di antaranya ialah Menkopolhukam Wiranto, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menpupera Basuki Hadimuljono, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, dan Kepala BNPB Doni Monardo.
              Share:

              Hubungan Whisnu Sakti dengan Risma Baik-baik Saja

              Mereka memiliki semangat yang sama yaitu membangun kota Surabaya.



              Jakarta, Gesuri.id - Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyatakan jika hubungannya dengan Wali Kota Tri Rismaharini baik-baik saja karena mereka memiliki semangat yang sama yaitu membangun kota Surabaya.
              Demikian dilansir dari m.liputan6.com, Sabtu (14/9).
              "Kami berdua punya semangat sama, membangun Surabaya lebih baik. Kalau sempat dikatakan Bu Risma bukan kader, tapi faktanya hari ini sebagai pengurus DPP PDI Perjuangan. Kita sama-sama kader. Saya menjalankan kewajiban saya sebagai kader partai. Insya Allah, Tuhan akan meridhoi perjuangan kita," ujar dia.
              Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini menegaskan, dirinya tidak pernah berpikir dengan menjalankan tugas sebagai kader seperti dengan turun ke bawah, mendengarkan aspirasi rakyat, memperjuangkan kepentingan masyarakat akan membuatnya harus mendapatkan rekomendasi.
                Share:

                Politisi Golkar Daftar Cakada di PDI Perjuangan Mateng

                Hastuti menginginkan partai Golkar dan PDI Perjuangan berkoalisi di Pilkada Mamuju Tengah.


                Mamuju Tengah, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dari daerah pemilihan (Dapil) Mamuju Tengah Hastuti Indriani menyatakan diri siap bertarung di Pilkada Mamuju Tengah (Mateng).
                Hastuti Indriani, yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Sulbar resmi mendaftar calon kepala daerah (cakada) di PDI Perjungan Mateng Kabupaten Mamuju Tengah sebagai calon bupati Mamuju Tengah, Minggu (15/9).
                Politisi perempuan partai Golkar itu mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati didampingi sejumlah kader Golkar baik dari pengurus DPD 1 Golkar Sulbar maupun pengurus DPD II Golkar Kabupaten Mamuju Tengah.
                Hastuti Indriani menegaskan bahwa dirinya siap bertarung di pesta demokrasi Mamuju Tengah yang akan digelar tahun 2020 mendatang setelah didukung penuh partai Golkar ditingkat pusat.
                Menurut dia, dirinya mendaftar di partai PDI Perjuangan sebagai calon Bupati karena menginginkan partai Golkar dan PDI Perjuangan berkoalisi di Pilkada Mamuju Tengah.
                Share:

                Gomes Asia, Iis: Lagu Lawas Indonesia, Duta di Pentas Dunia

                Iis Sugianto: Itulah identitas bangsa kita, adalah harta yang tak ternilai.


                Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan yang juga artis Seniman Nusantara PDI Perjuangan, Iis Sugianto, mengatakan kekayaan lagu-lagu lawas hasil karya seni rakyat Indonesia dapat menjadi duta Bangsa di pentas Asia bahkan dunia. 
                Iis mencontohkan lagu lawas Bengawan Solo yang sangat identik dengan Bangsa Indonesia dan sangat digemari di Negara Sakura Jepang. 
                "Begitu juga lagu 'Kasih' yang dikeroncongkan sangat terkenal di Malaysia," ungkapnya lagi mencontohkan kepada Gesuri, Kamis (12/9).
                  Share:

                  Ahok Katakan Jadi Petani Harus Bangga

                  Ahok menyemangati masyarakat petani agar mensukseskan program pemerintah dalam sektor pertanian.

                  Humbahas, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan yang juga Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mengatakan menjadi petani harus bangga. 
                  Hal itu dikatakannya saat berkunjung ke daerah pertanian di wilayah Doloksanggul, Humbang Hasundutan (Humbahas). "Banggalah sebagai petani, karena potensi Humbahas di sektor ini sangat luar biasa," kata Ahok di depan para petani Humbahas, Kamis (5/9) dilansir dari tagar.id, Jumat (6/9).
                  Kedatangan Ahok memang disambut meriah oleh warga dan petani setempat. 
                  Kunjungan politisi PDI Perjuangan itu juga dijadikan momen bagi para penggemar Ahok alias Ahokers untuk berswafoto.
                  Warga yang sebelumnya telah mendengar rencana kunjungan Ahok ke kawasan Danau Toba, rela menunggu berjam-jam di Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, hanya untuk sekadar berjabat tangan atau foto bersama. Mereka tahu suami Puput Nastiti Devi itu dijadwalkan tiba sekitar pukul 08.12.

                  Share:

                  Pasal Santet Masuk RUU KUHP? Itu Pemikiran Semprul

                  Harus bisa membedakan apakah santet ini ranah hukum atau keimanan?


                  Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan yang juga pengamat budaya, Sari Yok Koeswoyo mengatakan jika pasal santet jadi dimasukkan dalam RUU KUHP dan KUHAP itu mencerminkan pemikiran yang gagal dan lumpuh.
                  Parahnya lagi, lanjutnya, itu akan membawa pada kemunduran yang fatal bagi NKRI yang saat ini dan ke depannya tengah dicita-citakan untuk terus melesat maju. 
                  "Ini serius? Negara kita mundur amat? Ada RKUHP dukun santet segala. Otak 'semprul'," ujarnya spontan kepada Gesuri, Selasa (10/9). 
                  Lebih lanjut, Sari mengatakan negara Indonesia adalah negara hukum dan Undang-undang lah yang menjadi dasar hukum. Lantas, ujarnya, apakah santet bisa dibuktikan secara hukum?
                  "Santet bagaimana mau pembuktian? Nanti saksinya harus saksi pakar santet, hakim jaksa juga yang pakar santet, kalau gitu bikin hukum ala ala aja," ujarnya.
                  Share:

                  Gus Mis : KPAI Dibubarkan Saja

                  Sebab, saat ini sudah ada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.


                  Jakarta, Gesuri.id - Tokoh muda PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi menilai keberadaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak diperlukan.  
                  Sebab, saat ini sudah ada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
                  Karena itu, pria yang akrab disapa Gus Mis ini menyatakan KPAI sebaiknya dibubarkan. 
                  "Sudah ada Kementerian Perlindungan Anak, sebaiknya memang KPAI ini dibubarkan saja," kata Gus Mis di akun Facebooknya, baru-baru ini.
                  Sebelumnya Gus Mis mengecam KPAI yang merecoki audisi umum beasiswa bulutangkis PB Djarum. Tindakan KPAI itu membuat audisi tersebut berhenti.
                  Share:

                  DPP Daulat Tatit Heru Tjahjono Jadi Ketua DPRD Nganjuk

                  Surat rekomendasi ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Perjuangan.

                  Nganjuk, Gesuri.id - DPP PDI Perjuangan menunjuk Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk yang juga Anggota DPRD periode 2019-2024, Tatit Heru Tjahjono sebagai Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk.
                  Hal itu tertuang dalam surat Rekomendasi No. 409/IN/DPP/IX/2019 terkait pengesahan dan penetapan pimpinan DPRD di wilayah tersebut. Demikian dilansir dari surabaya.tribunnews, Minggu (8/9).
                  Surat rekomendasi ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dan Sektretaris Jendral DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristyanto.
                  Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono membenarkan turunya surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan Untuk posisi Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk tersebut.

                  Share:

                  PDI Perjuangan Akan Bangun 3 Kantor DPC di Aceh

                  Itu khusus untuk wilayah Aceh dan dilakukan sebagai langkah konsolidasi kader.


                  Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan akan membangun kantor baru di tiga kabupaten, yaitu di Bireuen, di Aceh Besar, dan satunya di Aceh Tengah. Hal itu khusus untuk wilayah Aceh dan dilakukan sebagai langkah konsolidasi kader.
                  "Dari situ kita akan bergotong-royong. Karena kantor partai sebagai pusat pengorganisasian rakyat, itu kami kembangkan," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam pembekalan anggota DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Provinsi Aceh, Minggu (8/9), dilansir dari beritasatu.com.
                  Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Muslahuddin Daud, mengatakan pihaknya akan mendisain ulang kantor-kantor partai di Aceh sehingga tak ada sekat antara pengurus partai dan masyarakat. PDI Perjuangan Aceh akan bekerja keras untuk menunjukkan ada guna yang bisa dirasakan oleh rakyat Aceh.

                  Share:
                  loading...
                  loading...

                  Popular Posts

                   
                  close