Showing posts with label Jateng. Show all posts
Showing posts with label Jateng. Show all posts

Dorong Investasi, Ganjar Pranowo Minta Pemda Selesaikan Perda RTRW

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada pemerintah daerah secepatnya menyelesaikan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ntuk mendorong dan menarik para investor mengembangkan investasinya. Pasalnya, dengan belum diselesaikannya Perda RTRW yang selama ini menjadikan investor menunda investasinya di Jateng.

Foto : Gesuri.id

Apalagi, menjelang digelarnya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Central Java Business Expo (CJBF) 2019 ke-15 pada 5 November 2019 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, dan dihadiri para calon investor dari dalam dan luar negeri, tentu kata Ganjar, pemerintah daerah harus lebih cepat lagi untuk menyelesaikannya.


"Perda saja tidak cukup, karena effort politiknya harus bicara eksekutif dan legislatif yang pada akhirnya ke BPN. Belum lagi soal pajak, perizinan, nilai komoditi, tenaga kerja. Nah soal ketersediaan lahan yang menjadi faktor utama. Kalau memang ada kendala, Pemprov siap membantu, bilang saja ke kami. Kabupaten Batang kemarin kita bantu sampai pusat, cepet kok,” kata Ganjar usai menerima Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ratna Kawuri di Rumah Dinas Gubernur (Puri Gedeh), Senin (7/10).


Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan kepada para pimpinan daerah untuk melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat berdialog yang akan terdampak dengan memberikan penjelasan arah pembangunan daerah, hingga fungsinya. Sehingga, daya dukung lingkungan dan keseimbangan akan terjaga dan terwujud.


"Investor dalam negeri tetap kita nomorsatukan dulu baru kemudian yang dari luar negeri. Ceritakan kondisi Jateng hari ini kepada calon investor. Bagaimana konteks ekonomi makronya, tren pertumbuhan, sektor yang diminati, potensi yang dimiliki apa, analisis nasionalnya. Samoaikan juga bahwa kita mau dorong apparel zone. Promo CJIBF dan CJBF maksimalkan, agar yang ikut serta banyak. Selama ini yang langsung ketemu saya, hanya ngguya-ngguyu, tapi hasilnya nol,” paparnya.


Terkait persiapan CJIBF dan CJBF 2019, Ratna Kawuri menjelaskan kepada Ganjar, jika selama ini investasi terbesar di Jateng meliputi sektor padat modal, gas, litrik, air disusul makanan. Hasil evaluasi 2018, minat investasi di Jateng cukup besar. Akan tetapi masih terbentur dengan RTRW di kabupaten/ kota.
Share:

Ganjar Pranowo di Masa Muda Mirip Artis Mus Mujiono

Itu baru terungkap manakala foto masa muda Ganjar tersebar di media sosial.  

Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di masa muda rupanya mirip dengan salah satu penyanyi kondang di Tanah Air, yaitu Mus Mujiono.
Hal itu baru terungkap manakala foto masa muda Ganjar tersebar di media sosial.  
Penemuan foto lawas ini tak sengaja ditemukan oleh pakar media sosial Wicaksono atau dikenal dengan nama Ndoro Kakung. 
Mantan wartawan itu selanjutnya mengunggah foto muda Ganjar di akun Twitternya, Minggu (6/10).

    Share:

    Demonstrasi Marak, Jangan Ada Yang Menentang Pancasila!

    Demonstrasi tidak boleh mengarah ke makar terhadap pemerintahan yang sah. 


    Yogyakarta, Gesuri.id - Ketua DPD Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bambang Praswanto mengharapkan demonstrasi yang terjadi di DIY dan daerah-daerah lain di Indonesia tidak boleh menentang Pancasila. 
    Kader PDI Perjuangan DIY ini juga menegaskan demonstrasi tidak boleh mengarah ke makar terhadap pemerintahan yang sah. 
    Menurutnya, demonstrasi diperbolehkan dalam negara demokrasi, asalkan tujuan dan sasaran jelas.
    "Demonstrasi juga harus menaati peraturan yang berlaku dan tidak mengganggu ketertiban umum," kata Bambang kepada Gesuri, baru-baru ini. 
    Bambang juga mengatakan, tuntutan demonstrasi harus bersifat positif dan konstruktif berupa solusi. Dan yang terpenting, tidak ada penunggang gelap dan disusupi provokator dari luar kalangan demonstrasi. 
      Share:

      Anggota DPRD Jateng Siap Kritisi Kinerja Ganjar

      DPRD komitmen tetap bersikap kritis terhadap pelaksanaan program-program maupun kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Jateng.


      Semarang, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah masa jabatan 2019 sampai 2024 menyatakan komitmen tetap bersikap kritis terhadap pelaksanaan program-program maupun kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Jateng.
      "Jangan takut kalau gubernurnya satu partai dengan peraih kursi terbanyak di DPRD, Fraksi PDI Perjuangan tidak berani mengkritik," kata Ketua Sementara DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto di Semarang, Rabu (4/9).
      Ia menegaskan, "Kami tetap memberikan kritik yang konstruktif, jadi kritik yang ada solusinya. Kalau kami bicara seenaknya tetapi tidak ada solusi, ya, buat apa."
      Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Bambang Kribo itu saat berbincang dengan sejumlah jurnalis dari berbagai media massa di ruang rapat pimpinan DPRD Provinsi Jateng.
        Share:

        19 Kursi DPRD Sumut, PDI Perjuangan Jadi Partai Pemenang

        Dame Tobing mengatakan dengan raihan tersebut pihaknya tetap bersyukur sebab partainya menjadi partai pemenang.


        Medan, Gesuri.id - PDI Perjuangan Sumatra Utara berhasil menjadi partai pemenang di Pemilu 2019 dengan meraih 19 kursi di DPRD Provinsi Sumatra Utara periode 2019-2024.
        Perolehan kursi tersebut telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut saat rapat pleno terbuka yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Selasa (27/8).
        Dengan perolehan tersebut maka PDI Perjuangan berhak mendapatkan kursi Ketua DPRD Sumut. Namun, meski ditetapkan sebagai partai pemenang raihan 19 kursi tersebut meleset tidak sesuai yang ditargetkan.
        "PDI Perjuangan dapat 19 kursi. Sebenarnya target itu 20 kursi, ada target yang meleset," kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Dame Tobing usai penetapan caleg terpilih.
          Share:

          Katon Ingin Pemerintah Jatim Rangkul Kesenian Rakyat

          Katon meminta Gubernur Jatim Kofifah Indar Parawansa merangkul para pelaku kesenian rakyat Jawa Timur. 


          Jakarta, Gesuri.id - Penyanyi kondang yang juga Kader PDI Perjuangan, Katon Bagaskara, meminta kepada Gubernur Jawa Timur, Kofifah Indar Parawansa agar lebih memerhatikan seni dan budaya lokal. Itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan merangkul para pelaku kesenian rakyat Jawa Timur. 
          Hal itu dikatakan Katon saat menghadiri acara pernikahan putra Bupati Lamongan, Minggu (25/8) siang. 
          "Ketika mendadak ketemu Gubernur Jatim ibu Khofifah dan langsung diajak ke panggung karena beliau pingin nyanyi bareng lagu-lagu ku. Acara pernikahan putra Bupati Lamongan malah jadi kayak konser bersama jadinya," ungkap anggota Seniman Nusantara itu kepada Gesuri, Minggu.
          KLIK DISINI UNTUK HALAMAN PENUH !!
            Share:

            Viral , Puluhan Warga Penggali Pasir di Sidoharjo Sragen Gelar Upacara HUT RI di Atas Aliran Sungai Bengawan Solo

            SRAGEN - Momentum peringatan HUT ke-74 RI dimeriahkan dengan cara unik bagi warga di Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Sabtu (17/8/2019) pagi. Sejumlah warga yang berprofesi sebagai penggali pasir di tepi Bengawan Solo desa itu rela menggelar upacara bendera HUT RI di atas aliran Bengawan Solo.

            Tak kurang dari 10 pria yang tergabung dalam paguyuban atau pasukan keruk bumi (PKB) di desa itu, tampak antusias menggelar upacara di atas air Bengawan Solo yang mengalir.
            DiBeritakan Joglosemarnews.com, mereka membagi menjadi beberapa barisan. Berdiri di atas ban dijadikan sebagai pelampung mereka saat menggali pasir, pasukan penggali pasir itu kemudian berbaris berdiri di sekeliling tiang bendera merah putih yang ditancapkan di tengah sungai.
            Dipandu seorang inspektur upacara yang berenang menggunakan ban, upacara pun dimulai. Layaknya upacara di daratan, upacara di aliran sungai itu pun juga dipandu dengan pembacaan rangkaian protokol.
            Termasuk juga ada laporan dari komandan upacara. Bedanya, bendera merah putih tidak dikibarkan namun sudah ditancapkan. Para peserta tinggal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak.
            Meski usia tak muda lagi, mereka yang sehari-hari bergelut dengan aliran bengawan dengan fasih bisa melafalkan lagu kebangsaan secara lancar.
            Suasana khidmat pun begitu terlihat saat semua peserta menyanyi sembari menghormat bendera. Warga pun antusias menyaksikan jalannya upacara dari tepian sungai.
            Upacara bendera di atas aliran bengawan itu digagas oleh ketua paguyuban PKB, Sukiman Gentho yang sekaligus bertindak sebagai komandan upacara.
            “Ide awalnya dari Pak Lurah (Sutaryo), lalu ditindaklanjuti oleh semua paguyuban pasukan keruk bumi. Akhirnya dipilih lokasi di aliran sungai yang enggak begitu deras di Dukuh Semen, Sribit. Alhamdulillah kegiatan bisa berjalan lancar. Senang rasanya Mas,” paparnya.
            Salah satu tokoh Desa Sribit, Trimanto mengaku haru dan salut dengan ide ekstrim yang digelar para warganya itu.Ia mengapresiasi kegiatan itu lantaran mereka bisa tergerak merayakan hari kemerdekaan meski di tengah aliran sungai.
            “Salut sekali. Ini baru pertama kali dan sangat mengharukan. Mereka yang notabene warga desa dan bergelut dengan sawah maupun air sungai, ternyata tetap semangat nasionalisme yang tinggi,” terangnya.
            Senada, Kades Sribit, Sutaryo yang belum lama ini purna tugas, berharap kegiatan itu bisa menjadi teladan sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan warga. Meski tinggal di desa dan bergelut dengan aliran sungai, mereka tetap memiliki jiwa kecintaan terhadap tanap air yang tinggi.
            “Mudah-mudahan ini bisa semakin menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan warga untuk bersama-sama guyub rukun mengisi kemerdekaan dengan memajukan Desa Sribit tercinta ini, Pungkasnya.

            Sumber : Joglosemarnews.com
            Share:

            Ini 5 Daerah Ladang Kemenangan PDI Perjuangan

            Ada 5 daerah dimana PDI Perjuangan berhasil meraih lebih dari 50 persen kursi di DPRD.


            Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan menjadi partai pemenang pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. PDI Perjuangan sukses meraih 27.053.961 suara atau 19,33 persen.
            Di beberapa daerah, Partai Banteng juga berhasil menorehkan kemenangan mutlak. Ada 5 daerah dimana PDI Perjuangan berhasil meraih lebih dari 50 persen kursi di DPRD.
            Berikut 5 daerah tersebut. 
            1.) Solo
            Di Solo, Jawa Tengah, PDI Perjuangan sukses mendominasi perolehan kursi dengan mendapat 30 kursi. Sedangkan jumlah kursi DPRD Solo secara keseluruhan berjumlah 45 kursi. Sisa kursi di DPRD Solo diduduki oleh PKS 6 kursi, PAN, Golkar dan Gerindra yang sama-sama memperoleh 3 kursi, serta partai pendatang baru PSI yang meraih 1 kursi.
            2.) Bali
            PDI Perjuangan pun menguasai kursi DPRD Bali. Di Pulau Dewata, PDI Perjuangan mendapat 33 kursi dari total 55 kursi DPRD Bali. Sementara itu Partai Golkar mendapatkan 8 kursi, Partai Gerindra 6 kursi, Demokrat 4 kursi, Nasdem 2 kursi, PSI 1 kursi, dan Hanura 1 kursi.
            3.) Boyolali
            Ladang kemenangan PDI Perjuangan lainnya adalah Boyolali. PDI Perjuangan memperoleh 35 kursi DPRD pada periode 2019-2024. Sedangkan kursi DPRD Boyolali sebanyak 45 kursi.
              Share:

              Borong 30 Kursi DPRD Solo, Rudy Minta Dikritik

              Meski PDI Perjuangan mendominasi perolehan kursi di DPRD Kota, Rudy masih membutuhkan kritik.


              Solo, Gesuri.id - Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan pemerintahannya siap terbuka terhadap kritik dan saran dari para legislator yang baru dilantik hari ini Rabu (14/8) untuk periode 2019-2024.
              Sebagaimana diketahui, Partai besutan Megawati Soekarnoputri telah berhasil memborong 30 dari total 45 kursi DPRD Kota Solo pada Pemilu 2019 lalu.
              "Biarpun saya punya 30 kursi, teman-teman tetap harus mengkritisi. Bila pemerintahan dinilai tidak benar ya harus tetap dikritisi. Tapi kritis yang disampaikan harus tetap ada solusinya," kata Rudy yang juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Solo.
              Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa, kritik dan saran dari legislator merupakan cambuk bagi pemerintahan untuk tetap on the track.
              Terkait keterwakilan perempuan yang duduk di kursi DPRD Kota Solo dari PDI Perjuangan, Rudy berharap, para srikandi banteng itu bisa merumuskan program-program yang berpihak kepada kaum perempuan.
                Share:

                Mantap, PDI Perjuangan Dominasi DPRD Kota Solo

                Dalam Pileg 2019, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) terlempar dari DPRD Solo.


                Solo, Gesuri.id - Kota Solo dikenal sebagai basis utama PDI Perjuangan. Dalam perebutan kursi DPRD Kota Solo periode 2019-2024, di bawah kepemimpinan Ketua DPC Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, PDI Perjuangan meraih 30 kursi dan menjadi pemegang anggota mayoritas.
                Perolehan 30 kursi tersebut, dipastikan dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Solo, Jawa Tengah pada Senin (12/8).

                  Share:

                  Mbah Moen Meninggal Dunia di Makkah, Sempat Bertemu Megawati

                  JAKARTA - Mbah Maimun Zubair meninggal dunia saat ibadah haji di Mekah, Selasa (6/8/2019).

                  Sebelum berangkat haji, Ketua Majelis Syariah PPP itu sempat menemui Megawati Soekarnoputri. Mbah Maimun bertandang ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu 27 Juli 2019, sekitar pukul 13.00 WIB.

                  Saat itu, Mbah Maimun, datang ditemani putranya yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Keduanya bertamu di kediaman Megawati sekitar dua jam.

                  Saat Ibadah Haji di Mekah Kepada Megawati, Mbah Moen menjelaskan kedatangannya hendak bersilaturahim sebelum pergi menunaikan ibadah haji pada minggu (28/7/2019).

                  "Hanya silaturahim dan pamitan karena mau naik haji hari Minggu ke Tanah Suci. Itulah namanya persaudaraan yang hangat di antara beliau berdua," kata Wasekjen PDI-P, Eriko Sotarduga, menjelaskan pertemuan tersebut melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/7/2019).

                  Pada Selasa ini, Mbah Maimun dikabarkan meninggal dunia di Mekah. Hal itu dibenarkan oleh orang-orang dekatnya di NU.

                  Maimun Zubair merupakan salah satu tokoh sepuh di PPP yang menjabat sebagai ketua Majelis Syariah. 

                  Saat ini dia dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. 

                  Dalam dunia politik, Kiai Maimun Zubair dikenal dekat dengan berbagai kalangan. Saat kontestasi Pilpres 2019 berlangsung, Mbah Maimun juga bertemu dua calon presiden, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Prabowo bertemu Mbah Maimun pada 29 September 2018.

                  Saat itu, Prabowo menolak kedatangannya ke Pesantren Al Anwar dikaitkan dengan Pilpres 2019. 

                  Meski disambut hangat para santri, kedatangan Prabowo ke kiai kharismatik itu disebutnya untuk menjalin silaturahmi. 

                  Selain itu, Mbah Maimun juga dekat dengan Presiden Joko Widodo. Mbah Maimun pernah mendoakan Jokowi dapat memimpin lebih baik pada periode kedua.
                  Share:

                  Mbah Moen Meninggal Dunia di Makkah

                  Jakarta -- Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Maimun Zubair alias Mbah Moen dikabarkan wafat saat menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, Selasa (6/8).

                  "Info sementara yang saya terima dari Gus Rozin benar," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, lewat pesan singkat, Selasa (6/8).


                  Soal kejadiannya, Helmy menyebut itu belum lama. "Baru saja," ucap dia.

                  Meski begitu, ia belum memberi penjelasan soal penyebab kematian Mbah Moen, yang juga tokoh senior PPP itu.

                  Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi mengonfirmasi bahwa Mbah Moen wafat di Makkah.

                  "Iya mas, baru saja santri yang mendampingi beliau telepon saya," ungkapnya.

                  Mbah Moen, yang merupakan kelahiran Rembang 90 tahun lalu, diketahui merupakan Ketua Majelis Syariah PPP. 


                  Sumber : cnnindonesia.com
                  Share:

                  Dampak Kekeringan Musim Kemarau, BMI dan BAGUNA Kab. Semarang Kirim Bantuan Air Bersih


                  Semarang -  Banteng Muda Indonesia (BMI) & Badan Penanggulangan Bencana(Baguna) yang merupakan sayap partai PDI Perjuangan mengirimkan 65.000 liter air bersih di 3 kecamatan di Kabupaten Semarang. Hal ini di lakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak kekeringan akibat musim kemarau tahun 2019.
                  BPBD Kabupaten Semarang mencatat, terdapat 18 dusun yang terkena dampak kekeringan kemarau panjang berupa krisis air bersih. Wilayah tersebut tersebar di 7 desa yang ada di 4 kecamatan, di antanranya Pringapus, Beringin, Bancak, dan Suruh. Jumlah warga yang terdampak krisis air bersih mencapai ribuan jiwa.
                  Oleh sebab itu, BMI bersama Baguna, dengan menggandeng SAR Buser serta masyarakat setempat, bergerak dengan aksi peduli membantu mendistribusikan air bersih 10 armada tangki ke beberapa titik di antaranya Kec. Pringapus Desa Jatirunggo sebanyak 3 tangki, Kec. Beringin Desa Gogodalem 2 tangki, serta Kec. Bancak Desa Banyutarung sebanyak 5 tangki, dengan masing-masing tangki berkapasitas 6500 liter.
                  Masyarakat menyambut senang dan berterima kasih dengan adanya bantuan tersebut. “Saya sangat berterima kasih sekali dengan adanya bantuan air bersih dari PDI Perjuangan. Ini sangat membantu sekali karena di wilayah kami kurang lebih ada 150 KK sangat susah  untuk mendapatkan air bersih,” tutur Yanto, warga Gogodalem Barat RT 02/03 Kec. Beringin saat di temui di lokasi.
                  Misi kemanusiaan ini dilakukan oleh PDI Perjuangan Kabupaten Semarang melalui sayap partainya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang kesulitan mendapat air bersih.

                  “Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.Mengingat, air bersih merupakan kebutuhan pokok yang menyangkut kebutuhan sehari hari untuk masak dan minum,” tutur Dody dari BMI selaku Koordinator.
                  Dirinya juga meyampaikan bahwa program serupa tidak hanya berhenti sampai di sini saja, namun akan terus berlanjut menjangkau daerah-daerah yang belum tersentuh.
                  “Bersama Kepala Desa di beberapa wilayah dan dibantu Baguna serta Relawan Sar Buser Kab. Semarang, kegiatan serupa akan terus berlanjut terutama untuk wilayah yang belum terjangkau dari bantuan pemerintah daerah. Menginggat luasnya wilayah Kab. Semarang,“ pungkasnya.
                  Dari Pihak BPBD Kabupaten Semarang sendiri, sejak 9 Juli 2019 sudah menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Berdasarkan prakiraan musim di wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten Semarang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut,kemarau akan berlangsung sampai dengan pucaknya di bulan September 2019. Sehingga, hal tersebut dikhawatirkan jumlah wilayah terdampak bisa berpotensi bertambah.
                  Share:

                  Berkat Surat Edaran Ganjar Picu Pertumbuhan Zakat Jateng Tertinggi

                  Semarang - Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jateng Kiai Haji Ahmad Darodji menyebut surat edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang pemotongan langsung gaji aparatur sipil negara sebesar 2,5 persen tiap bulannya memicu pertumbuhan zakat di provinsi setempat menjadi yang tertinggi di tingkat nasional.
                  "Kenaikan penerimaan zakat yang signifikan itu berkat adanya surat edaran dari Gubernur Jateng tentang pemotongan gaji ASN Jateng yang berjumlah sekitar 42.679 orang," katanya di Semarang, Selasa (30/7).
                  Ia menyebutkan saat ini zakat yang diterima Baznas Jateng dari para ASN Jateng dalam satu bulan mencapai Rp4,7 miliar. Karena itu,  potensi zakat infak sedekah dari para ASN Jateng tahun ini diperkirakan mencapai Rp56,4 miliar.
                  Angka ini meningkat dibanding yang diterima Baznas sepanjang 2018 yang hanya menerima zakat infak sedekah sebesar Rp31,7 miliar.
                  Pria yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia Jateng itu menjelaskan total zakat yang diterima Baznas Jateng digunakan untuk sektor-sektor produktif seperti untuk permodalan usaha tanpa bunga lewat Baznas Micro Finance, beasiswa di perguruan tinggi, maupun untuk renovasi rumah tidak layak huni.
                  "Pemanfaatan dana zakat tersebut juga didorong turut memberi dampak pada penurunan angka kemiskinan sehingga program dari kami juga memberi pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kerja masyarakat," ujarnya.
                  Capaian penerimaan zakat Baznas Jateng yang menjadi tertinggi tingkat nasional itu turut diapresiasi Wakil Ketua Baznas Pusat Profesor Munzier Suparta.
                  Menurut dia, peran sentral pemimpin daerah menjadi indikator utama pertumbuhan penerimaan zakat tersebut.
                  "Pertumbuhan zakat di Jawa Tengah berada di posisi tertinggi dan ternyata semangat pimpinan pemerintahan memberikan dampak yang luar biasa pada tumbuh kembangnya zakat," katanya.
                  Bahkan apa yang dilakukan Gubernur Ganjar dengan mengeluarkan surat edaran pemotongan gaji sebesar 2,5 persen itu, kata dia, harus ditiru dan diterapkan oleh gubernur lain.
                  Share:
                  loading...
                  loading...

                  Popular Posts

                   
                  close