Showing posts with label Ganjar Pranowo. Show all posts
Showing posts with label Ganjar Pranowo. Show all posts

Wishnutama Dijebak Isu Wisata Halal, Ini Kata Andreas

Kemenparekraf akan disibukkan dengan pro kontra terkait isu wisata halal.

 Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa Komisi X DPR RI sudah mewanti-wanti kepada Menteri Pariswisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio untuk hati-hati dan tidak terjebak dalam isu wisata halal.
"Isu wisata halal yang sempat muncul kurang dari setahun yang lalu, yang bukan tidak mungkin akan muncul kembali. Apabila isu ini kembali muncul dan tidak direspon secara tepat, bukan tidak mungkin akan mengganggu kinerja Kemenparekraf lima tahun ke depan," Kata Andreas, Rabu (13/11).
Andreas mengatakan, Kemenparekraf akan disibukkan dengan pro kontra terkait isu wisata halal, mengingat bangsa ini masih sangat rentan terhadap isu-isu identitas dan politisasi identitas dalam berbagai aspek.
"Belum lewat seminggu setelah pertemuan dengan Menparekraf, benar saja, ternyata Menparekraf sudah dijebak isu Wisata Halal. Untung saja, Wishnutama secara cepat dan tanggap membantah, bahwa beliau tidak pernah bicara soal wisata halal," ungkapnya.


    Share:

    Dorong Investasi, Ganjar Pranowo Minta Pemda Selesaikan Perda RTRW

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada pemerintah daerah secepatnya menyelesaikan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ntuk mendorong dan menarik para investor mengembangkan investasinya. Pasalnya, dengan belum diselesaikannya Perda RTRW yang selama ini menjadikan investor menunda investasinya di Jateng.

    Foto : Gesuri.id

    Apalagi, menjelang digelarnya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Central Java Business Expo (CJBF) 2019 ke-15 pada 5 November 2019 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, dan dihadiri para calon investor dari dalam dan luar negeri, tentu kata Ganjar, pemerintah daerah harus lebih cepat lagi untuk menyelesaikannya.


    "Perda saja tidak cukup, karena effort politiknya harus bicara eksekutif dan legislatif yang pada akhirnya ke BPN. Belum lagi soal pajak, perizinan, nilai komoditi, tenaga kerja. Nah soal ketersediaan lahan yang menjadi faktor utama. Kalau memang ada kendala, Pemprov siap membantu, bilang saja ke kami. Kabupaten Batang kemarin kita bantu sampai pusat, cepet kok,” kata Ganjar usai menerima Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ratna Kawuri di Rumah Dinas Gubernur (Puri Gedeh), Senin (7/10).


    Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan kepada para pimpinan daerah untuk melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat berdialog yang akan terdampak dengan memberikan penjelasan arah pembangunan daerah, hingga fungsinya. Sehingga, daya dukung lingkungan dan keseimbangan akan terjaga dan terwujud.


    "Investor dalam negeri tetap kita nomorsatukan dulu baru kemudian yang dari luar negeri. Ceritakan kondisi Jateng hari ini kepada calon investor. Bagaimana konteks ekonomi makronya, tren pertumbuhan, sektor yang diminati, potensi yang dimiliki apa, analisis nasionalnya. Samoaikan juga bahwa kita mau dorong apparel zone. Promo CJIBF dan CJBF maksimalkan, agar yang ikut serta banyak. Selama ini yang langsung ketemu saya, hanya ngguya-ngguyu, tapi hasilnya nol,” paparnya.


    Terkait persiapan CJIBF dan CJBF 2019, Ratna Kawuri menjelaskan kepada Ganjar, jika selama ini investasi terbesar di Jateng meliputi sektor padat modal, gas, litrik, air disusul makanan. Hasil evaluasi 2018, minat investasi di Jateng cukup besar. Akan tetapi masih terbentur dengan RTRW di kabupaten/ kota.
    Share:

    Ganjar Pranowo di Masa Muda Mirip Artis Mus Mujiono

    Itu baru terungkap manakala foto masa muda Ganjar tersebar di media sosial.  

    Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di masa muda rupanya mirip dengan salah satu penyanyi kondang di Tanah Air, yaitu Mus Mujiono.
    Hal itu baru terungkap manakala foto masa muda Ganjar tersebar di media sosial.  
    Penemuan foto lawas ini tak sengaja ditemukan oleh pakar media sosial Wicaksono atau dikenal dengan nama Ndoro Kakung. 
    Mantan wartawan itu selanjutnya mengunggah foto muda Ganjar di akun Twitternya, Minggu (6/10).

      Share:

      Ganjar ke KPAI: Anak-Anak Ikut Demonstrasi Kok Diam Saja?

      Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pencegahan terhadap pelajar yang ikut demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia. 
      Dia memastikan Pemprov Jateng telah turun tangan melakukan pencegahan.
      "Dinas kami sudah turun, KPAI juga harus turun. Jangan hanya ngurusi soal badminton saja, kita harus bekerjasama," kata Ganjar di Solo, Jumat (27/9).
      Ganjar menilai yang lebih penting bukan soal menindak para pelajar peserta demonstrasi rusuh, tapi mencegah. Tujuannya agar para pelajar tidak terjebak dan terkena bahaya. 
      Ganjar menyebut ajakan untuk berdemonstrasi khususnya kepada pelajar terjadi sejumlah daerah, di antaranya Solo, Pemalang dan Magelang. Beruntung, aksi tersebut bisa diredam sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
      "Kalau di wilayah Jateng sedikit, semua baik-baik saja. Mereka harus diajari untuk mengerti, diedukasi," ujarnya.
      Ganjar menilai para pelajar masih rentan dengan ajakan yang bersifat provokasi. Untuk itu, pihaknya mengajak para guru agar memberikan pengertian kepada para siswa terkait hal ini. 
      "Ternyata anak-anak ini tidak mengerti tujuannya datang berunjuk rasa. Ditanya demo apa mereka juga tidak tahu," pungkasnya. 
      Seperti diketahui, di Kota Solo pernah terjadi puluhan para pelajar mengikuti aksi di depan gedung DPRD Kota. Mereka bergabung dengan massa mahasiswa yang terlebih dahulu datang. 
      Meski sempat berorasi, mereka akhirnya dibubarkan oleh aparat kepolisian Polresta Surakarta.
      Sejumlah pelajar mengaku ikut berdemonstrasi hanya berdasarkan ajakan di media sosial.
      Share:

      Anggota DPRD Jateng Siap Kritisi Kinerja Ganjar

      DPRD komitmen tetap bersikap kritis terhadap pelaksanaan program-program maupun kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Jateng.


      Semarang, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah masa jabatan 2019 sampai 2024 menyatakan komitmen tetap bersikap kritis terhadap pelaksanaan program-program maupun kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Jateng.
      "Jangan takut kalau gubernurnya satu partai dengan peraih kursi terbanyak di DPRD, Fraksi PDI Perjuangan tidak berani mengkritik," kata Ketua Sementara DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto di Semarang, Rabu (4/9).
      Ia menegaskan, "Kami tetap memberikan kritik yang konstruktif, jadi kritik yang ada solusinya. Kalau kami bicara seenaknya tetapi tidak ada solusi, ya, buat apa."
      Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Bambang Kribo itu saat berbincang dengan sejumlah jurnalis dari berbagai media massa di ruang rapat pimpinan DPRD Provinsi Jateng.
        Share:

        Ganjar Tidur Bareng Pramuka, Begini Ceritanya

        Gubernur Ganjar Pranowo sampai di Blora Senin (26/8) pukul 20.00 WIB.


        Blora, Gesuri.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut tidur di tenda bersama peserta kemah di Bumi Perkemahan Mustika, Blora.
        Itu terjadi saat kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama jajaran Forkompinda Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Blora. Acara tersebut berjalan aman dan lancar dengan pengamanan ketat dari Polres Blora dan Aparat Gabungan TNI, Satpol PP dan Dinas Pehubungan, Selasa (27/8).
        Gubernur Ganjar Pranowo sampai di Blora Senin (26/8) pukul 20.00 WIB dan langsung merapat ke Bumi Perkemahan Mustika, Blora.
        Bahkan pada malam itu juga Gubernur Jateng Selaku Kamabida Jateng beserta Ibu Atikoh Ganjar Pranowo Selaku Ketua Kwarda Jateng memimpin kegiatan Kursus Orientasi Kepramukaan Bagi Majelis Pembimbing (Daerah) dan Pengurus Kwartir Daerah JawaTengah Masa Bhakti 2018-2023.
          Share:

          Siapkan Rp1 Triliun, Ganjar akan Gratiskan Sekolah untuk Siswa Miskin di Jateng

          SEMARANG – Tahun depan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan meningkatkan anggaran pendidikan hingga Rp1 triliun lebih. Anggaran sebesar itu salah satunya untuk menggratiskan biaya sekolah bagi siswa miskin.
          Ditemui usai menggelar dialog bersama Ombudsman di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Rabu (14/8) Ganjar mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan program sekolah gratis itu. “Sekarang sedang dibahas anggarannya, mudah-mudahan lancar. Kami ingin menjamin mereka yang benar-benar miskin, kami pastikan sekolahnya gratis,” kata Ganjar.
          Ganjar mengatakan, program sekolah gratis tersebut akan dimulai pada tahun 2020. Terkait berapa anggaran yang disiapkan, dirinya mengatakan lebih dari Rp1 triliun. “Kira-kira Rp1 triliun lebih dikit, saya lupa pastinya,” tambahnya.
          Saat ditanya awak media bahwa daerah lain seperti Jawa Timur dan Jawa Barat menggratiskan semua siswanya, Ganjar menanggapi santai. Ia menerangkan, prioritas sekolah gratis di Jateng memang untuk siswa miskin. Sebab menurutnya, siswa yang orang tuanya kaya tidak perlu digratiskan karena mereka sudah mampu membayar.
          Wong mampu kok dibantu, opo ora malah keleru (orang mampu kok dibantu, apa tidak salah)?. Kami prioritaskan untuk siswa miskin terlebih dahulu,” terangnya.
          Menurut Ganjar, upaya Jateng memperbaiki kualitas pendidikan pun tidak hanya fokus siswa tapi juga tenaga pendidikan.
          “Jatim dan Jabar itu guru honorernya belum UMK lho gajinya, Jateng honorer SMA SMK sudah semuanya UMK. Jadi not bad lah,” ungkapnya.
          Selain untuk menggratiskan biaya sekolah siswa miskin, penambahan anggaran pendidikan lanjut Ganjar juga untuk mendukung program pemerintah memfavoritkan semua sekolah. Nantinya, anggaran itu digunakan untuk menambah sarana prasarana sekolah-sekolah pinggiran agar setara dengan sekolah perkotaan.
          “Jadi kalau pak Mendikbud bilang tidak boleh ada sekolah favorit, maka jalan satu-satunya adalah memfavoritkan semua sekolah. Nah anggaran itu nanti kami gunakan untuk itu,” terangnya.
          Ia mencontohkan, banyak sekolah yang terletak di daerah pingiran masih kekurangan sarana prasarana. Nantinya, semua anak sekolah harus mendapatkan fasilitas yang sama dengan sekolah yang lebih dahulu maju.
          “Kalau di sekolah maju ada perpustakaannya, di sekolah pinggiran harus ada. Kalau di sekolah maju bisa mengakses teknologi informasi dengan mudah, ya disana juga harus mendapatkan hal yang sama. Kalau semua sudah berjalan, maka akan lebih mudah dan tidak ada lagi sekat antara sekolah pinggiran dengan perkotaan,” tutupnya.

          Sumber : PanturaPost.com
          Share:

          Berkat Surat Edaran Ganjar Picu Pertumbuhan Zakat Jateng Tertinggi

          Semarang - Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jateng Kiai Haji Ahmad Darodji menyebut surat edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang pemotongan langsung gaji aparatur sipil negara sebesar 2,5 persen tiap bulannya memicu pertumbuhan zakat di provinsi setempat menjadi yang tertinggi di tingkat nasional.
          "Kenaikan penerimaan zakat yang signifikan itu berkat adanya surat edaran dari Gubernur Jateng tentang pemotongan gaji ASN Jateng yang berjumlah sekitar 42.679 orang," katanya di Semarang, Selasa (30/7).
          Ia menyebutkan saat ini zakat yang diterima Baznas Jateng dari para ASN Jateng dalam satu bulan mencapai Rp4,7 miliar. Karena itu,  potensi zakat infak sedekah dari para ASN Jateng tahun ini diperkirakan mencapai Rp56,4 miliar.
          Angka ini meningkat dibanding yang diterima Baznas sepanjang 2018 yang hanya menerima zakat infak sedekah sebesar Rp31,7 miliar.
          Pria yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia Jateng itu menjelaskan total zakat yang diterima Baznas Jateng digunakan untuk sektor-sektor produktif seperti untuk permodalan usaha tanpa bunga lewat Baznas Micro Finance, beasiswa di perguruan tinggi, maupun untuk renovasi rumah tidak layak huni.
          "Pemanfaatan dana zakat tersebut juga didorong turut memberi dampak pada penurunan angka kemiskinan sehingga program dari kami juga memberi pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kerja masyarakat," ujarnya.
          Capaian penerimaan zakat Baznas Jateng yang menjadi tertinggi tingkat nasional itu turut diapresiasi Wakil Ketua Baznas Pusat Profesor Munzier Suparta.
          Menurut dia, peran sentral pemimpin daerah menjadi indikator utama pertumbuhan penerimaan zakat tersebut.
          "Pertumbuhan zakat di Jawa Tengah berada di posisi tertinggi dan ternyata semangat pimpinan pemerintahan memberikan dampak yang luar biasa pada tumbuh kembangnya zakat," katanya.
          Bahkan apa yang dilakukan Gubernur Ganjar dengan mengeluarkan surat edaran pemotongan gaji sebesar 2,5 persen itu, kata dia, harus ditiru dan diterapkan oleh gubernur lain.
          Share:
          loading...
          loading...

          Popular Posts

           
          close