Seskab: Semua Orang Punya Kesempatan Jadi Pahlawan

Seskab mengajak siapapun berlomba-lomba untuk hal yang baik dan menjadi pahlawan.

Jakarta, Gesuri.id - Masa kini siapapun bisa menjadi pahlawan selama dia bisa memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan bangsa.
Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung saat diwawancarai mengenai Peringatan Hari Pahlawan, 10 November, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta.
Menurutnya, pahlawan bisa dalam bentuk apa saja, pahlawan olahraga, pahlawan kemanusiaan, pahlawan seni, pahlawan budaya, atau bahkan orang yang tidak korupsi ketika dia mendapatkan kedudukan, jabatan yang strategis dia juga bisa menjadi pahlawan kalau dia tidak korupsi.
“Jadi pahlawan dalam konteks kekinian bisa apa saja. Semuanya bisa mempunyai kesempatan walaupun pengakuannya mungkin berbeda dengan pahlawan-pahlawan dulu ketika berjuang bagi bangsa dan negara,” kata Seskab.  
Untuk itu, Seskab mengajak siapapun berlomba-lomba untuk hal yang baik, menjadi pahlawan yang mungkin tidak dianggap sebagai pahlawan yang perlu mendapatkan pengakuan negara, tetapi kita bekerja untuk kemajuan bangsa.
Keadaan tersebut tentu berbeda dengan pahlawan pada masa lalu. Menurut Seskab, pahlawan masa lalu tugas utamanya adalah memerdekakan bangsa, melakukan gerakan untuk pendidikan, kebudayaan dan sebagainya. Mereka sangat gigih untuk itu, mereka rela berkorban untuk itu.




 

SD
Share:

Puan Minta Brimob Makin Galak Hadapi Terorisme

Puan meminta Brimob bertindak tegas namun terukur  ketika menanggulangi aksi terorisme. 


Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Brimob bertindak tegas namun terukur  ketika menanggulangi aksi terorisme. 
"Jangan pernah berkompromi dengan aksi-aksi teror yang mengancam nyawa manusia dan membahayakan warga. Harus galak terhadap terorisme," kata Puan usai menghadiri upacara HUT 74 Korps Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis pagi (14/11).
Puan bersyukur negara ini mempunyai pasukan Brimob yang juga setia menjaga NKRI. Menurutnya kelahiran Brimob tidak bisa dilepaskan dari perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
"Embrio Brimob menjadi pasukan  pioner dalam awal perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," pungkasnya.
Menurut Puan,sejarah juga mencatat peranan  Resimen ini dalam  operasi penumpasan dan pembersihan berbagai pemberontakan, dari DI/TII Kartosuwiryo, DI/TII Daud Beureuh, PRRI, sampai operasi penumpasan DI/TII Kahar Muzakar. Brimob juga terlibat saat pembebasan Irian Barat.
"Karena itu, bagi saya, komitmen Brimob untuk mempertahankan NKRI dan Pancasila tidak perlu kita kita ragukan lagi," tandasnya.
    Share:

    Wishnutama Dijebak Isu Wisata Halal, Ini Kata Andreas

    Kemenparekraf akan disibukkan dengan pro kontra terkait isu wisata halal.

     Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa Komisi X DPR RI sudah mewanti-wanti kepada Menteri Pariswisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio untuk hati-hati dan tidak terjebak dalam isu wisata halal.
    "Isu wisata halal yang sempat muncul kurang dari setahun yang lalu, yang bukan tidak mungkin akan muncul kembali. Apabila isu ini kembali muncul dan tidak direspon secara tepat, bukan tidak mungkin akan mengganggu kinerja Kemenparekraf lima tahun ke depan," Kata Andreas, Rabu (13/11).
    Andreas mengatakan, Kemenparekraf akan disibukkan dengan pro kontra terkait isu wisata halal, mengingat bangsa ini masih sangat rentan terhadap isu-isu identitas dan politisasi identitas dalam berbagai aspek.
    "Belum lewat seminggu setelah pertemuan dengan Menparekraf, benar saja, ternyata Menparekraf sudah dijebak isu Wisata Halal. Untung saja, Wishnutama secara cepat dan tanggap membantah, bahwa beliau tidak pernah bicara soal wisata halal," ungkapnya.


      Share:

      Menteri PPPA Bintang Darmawati Bukan Sosok Sembarangan

      I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga adalah istri dari mantan Menteri Koperasi dan UMKM.


      Jakarta, Gesuri.id - Presiden Jokowi resmi menunjuk I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
      Ternyata sosok I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga bukanlah orang sembarangan dalam Kabinet Indonesai Maju periode 2019-2024.
      Melansir Kompas.com, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga adalah istri dari mantan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.
      Saat Puspayoga masih menjabat sebagai menteri, I Gusti Ayu Bintang Darmawati duduk sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM.
        Share:

        Juliari Batubara, Pengusaha Pelumas yang Jadi Menteri

        Juliari merupakan Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan.



        Jakarta, Gesuri.id - Juliari Batubara menjadi salah seorang yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana, Selasa (22/10). Berkemeja putih lengan pendek dipadu celana hitam, Juliari melambaikan tangannya ke arah media yang menanti di halaman istana.  
        Namanya mungkin belum begitu akrab di telinga publik, tapi di kancah politik ia menduduki sejumlah posisi penting di PDI Perjuangan.
        Pria kelahiran Jakarta 22 Juli 1972 itu saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 1 meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga.

          Share:

          Peran Megawati Dalam Lahirnya UU Penghapusan KDRT

          Megawati menegaskan, perjuangannya dalam melahirkan UU Penghapusan KDRT dipicu oleh masih tingginya budaya malu di bangsa ini. 
          Bogor, Gesuri.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan alasannya membidani lahirnya Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

            Megawati menegaskan, perjuangannya dalam melahirkan UU Penghapusan KDRT dipicu oleh masih tingginya budaya malu di bangsa ini. 
            Hal itu dijelaskan Megawati dalam Sekolah Sekretraris Partai di Atalia Hotel, Ciawi, Bogor, Selasa (15/10). 
            “Masih banyak istri yang malu mengungkapkan kalau dia diperlakukan buruk oleh suaminya. Saya katakan, ‘tak perlu kamu malu. Kalau perlu kamu minta cerai kalau disiksa suamimu,’” ungkap Megawati. 
            Megawati pun menekankan, suami tak bisa memperlakukan istri seenaknya. Meskipun istri lahir dari tulang rusuk suami sebagaimana kehidupan Nabi Adam dan Hawa, namun tetap saja suami harus memperlakukan istri nya dengan baik dan terhormat. 






          as
          Share:
          loading...
          loading...

          Popular Posts

           
          close