Menteri PPPA Bintang Darmawati Bukan Sosok Sembarangan

I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga adalah istri dari mantan Menteri Koperasi dan UMKM.


Jakarta, Gesuri.id - Presiden Jokowi resmi menunjuk I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Ternyata sosok I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga bukanlah orang sembarangan dalam Kabinet Indonesai Maju periode 2019-2024.
Melansir Kompas.com, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga adalah istri dari mantan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.
Saat Puspayoga masih menjabat sebagai menteri, I Gusti Ayu Bintang Darmawati duduk sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM.
    Share:

    Juliari Batubara, Pengusaha Pelumas yang Jadi Menteri

    Juliari merupakan Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan.



    Jakarta, Gesuri.id - Juliari Batubara menjadi salah seorang yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana, Selasa (22/10). Berkemeja putih lengan pendek dipadu celana hitam, Juliari melambaikan tangannya ke arah media yang menanti di halaman istana.  
    Namanya mungkin belum begitu akrab di telinga publik, tapi di kancah politik ia menduduki sejumlah posisi penting di PDI Perjuangan.
    Pria kelahiran Jakarta 22 Juli 1972 itu saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 1 meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga.

      Share:

      Peran Megawati Dalam Lahirnya UU Penghapusan KDRT

      Megawati menegaskan, perjuangannya dalam melahirkan UU Penghapusan KDRT dipicu oleh masih tingginya budaya malu di bangsa ini. 
      Bogor, Gesuri.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan alasannya membidani lahirnya Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

        Megawati menegaskan, perjuangannya dalam melahirkan UU Penghapusan KDRT dipicu oleh masih tingginya budaya malu di bangsa ini. 
        Hal itu dijelaskan Megawati dalam Sekolah Sekretraris Partai di Atalia Hotel, Ciawi, Bogor, Selasa (15/10). 
        “Masih banyak istri yang malu mengungkapkan kalau dia diperlakukan buruk oleh suaminya. Saya katakan, ‘tak perlu kamu malu. Kalau perlu kamu minta cerai kalau disiksa suamimu,’” ungkap Megawati. 
        Megawati pun menekankan, suami tak bisa memperlakukan istri seenaknya. Meskipun istri lahir dari tulang rusuk suami sebagaimana kehidupan Nabi Adam dan Hawa, namun tetap saja suami harus memperlakukan istri nya dengan baik dan terhormat. 






      as
      Share:

      Pemindahan Ibu Kota Upaya Hapuskan Istilah Jawa Sentris

      Pemindahan Ibu Kota Negara menjadi salah satu bentuk upaya pemerataan ekonomi serta menghapuskan istilah Jawa sentris.
      Jakarta, Gesuri.id - Pelaksana tugas Menteri Hukum dan HAM yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pemindahan Ibu Kota Negara menjadi salah satu bentuk upaya pemerataan ekonomi serta menghapuskan istilah Jawa sentris.
      “Bapak Jokowi ingin menghapuskan istilah Jawa sentris dengan cara menggenjot kontribusi ekonomi dan percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia di seluruh wilayah negara kita,” kata Tjahjo saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Notaris tentang Pemindahan ibu kota di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (14/10).
      Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Tahun 2015 menunjukkan 56,56 persen masyarakat Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa.
      Sementara di pulau lainnya, persentasenya kurang dari 10 persen, kecuali Pulau Sumatera. Dari data tersebut terlihat beban Pulau Jawa kian berat.
      “Jika dilihat kontribusi ekonomi dalam hal ini kontribusi ekonomi di pulau-pulau terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia atau domestik bruto sangat mendominasi Jawa, sementara pulau lainnya jauh tertinggal,” kata dia.

        Share:

        Sah! Prasetio Edi Pimpin DPRD DKI Jakarta

        Pelantikan berlangsung di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat. 


        Jakarta, Gesuri.id - Prasetio Edi Marsudi dilantik menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024, Senin (14/10). 
        Pelantikan berlangsung di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat. 
        Dalam sambutannya, Prasetio mengatakan dengan pelantikan ini, maka penyelenggaraan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta telah menemui kelengkapan. 
        “Pimpinan DPRD DKI Jakarta dengan Pemerintah Provinsi harus bersinergi untuk mewujudkan kemajuan Jakarta,” kata Prasetio dalam sambutannya. 
        Prasetyo juga berharap, sinergi antara Pimpinan DPRD DKI yang baru dengan Pemprov DKI bisa segera menyelesaikan berbagai “pekerjaan rumah” yang belum tuntas di DKI Jakarta. 
          Share:

          Dorong Investasi, Ganjar Pranowo Minta Pemda Selesaikan Perda RTRW

          Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada pemerintah daerah secepatnya menyelesaikan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ntuk mendorong dan menarik para investor mengembangkan investasinya. Pasalnya, dengan belum diselesaikannya Perda RTRW yang selama ini menjadikan investor menunda investasinya di Jateng.

          Foto : Gesuri.id

          Apalagi, menjelang digelarnya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Central Java Business Expo (CJBF) 2019 ke-15 pada 5 November 2019 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, dan dihadiri para calon investor dari dalam dan luar negeri, tentu kata Ganjar, pemerintah daerah harus lebih cepat lagi untuk menyelesaikannya.


          "Perda saja tidak cukup, karena effort politiknya harus bicara eksekutif dan legislatif yang pada akhirnya ke BPN. Belum lagi soal pajak, perizinan, nilai komoditi, tenaga kerja. Nah soal ketersediaan lahan yang menjadi faktor utama. Kalau memang ada kendala, Pemprov siap membantu, bilang saja ke kami. Kabupaten Batang kemarin kita bantu sampai pusat, cepet kok,” kata Ganjar usai menerima Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ratna Kawuri di Rumah Dinas Gubernur (Puri Gedeh), Senin (7/10).


          Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan kepada para pimpinan daerah untuk melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat berdialog yang akan terdampak dengan memberikan penjelasan arah pembangunan daerah, hingga fungsinya. Sehingga, daya dukung lingkungan dan keseimbangan akan terjaga dan terwujud.


          "Investor dalam negeri tetap kita nomorsatukan dulu baru kemudian yang dari luar negeri. Ceritakan kondisi Jateng hari ini kepada calon investor. Bagaimana konteks ekonomi makronya, tren pertumbuhan, sektor yang diminati, potensi yang dimiliki apa, analisis nasionalnya. Samoaikan juga bahwa kita mau dorong apparel zone. Promo CJIBF dan CJBF maksimalkan, agar yang ikut serta banyak. Selama ini yang langsung ketemu saya, hanya ngguya-ngguyu, tapi hasilnya nol,” paparnya.


          Terkait persiapan CJIBF dan CJBF 2019, Ratna Kawuri menjelaskan kepada Ganjar, jika selama ini investasi terbesar di Jateng meliputi sektor padat modal, gas, litrik, air disusul makanan. Hasil evaluasi 2018, minat investasi di Jateng cukup besar. Akan tetapi masih terbentur dengan RTRW di kabupaten/ kota.
          Share:
          loading...
          loading...

          Popular Posts

           
          close